https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/issue/feed Caring : Jurnal Keperawatan Al-Ikhlas 2026-09-21T00:53:10+00:00 Hj. Astri Sapariah, S.Kep., Ns., M.Kep. jurnalcaring@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Caring: Jurnal Keperawatan Al-Ikhlas</strong> merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Akademi Keperawatan Al-Ikhlas sebagai media publikasi hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini menerima artikel penelitian orisinal, artikel tinjauan, laporan kasus, dan artikel konseptual yang mencakup berbagai bidang keperawatan serta ilmu kesehatan yang relevan dan multidisiplin. Seluruh naskah diproses melalui mekanisme <em>peer review</em> untuk menjamin kualitas ilmiah publikasi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan <strong>Agustus</strong> dan <strong>Desember</strong>, menerima naskah dalam <strong>Bahasa Indonesia</strong> maupun <strong>Bahasa Inggris</strong>, serta telah terindeks pada <strong>Garba Rujukan Digital (GARUDA)</strong> yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.</p> https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/article/view/184 Hubungan Peran Orang Tua dengan Tingkat Ketergantungan Gadget pada Anak Usia Sekolah: Studi Cross-Sectional di SDN Cikopo 3 Cisarua, Bogor 2026-09-10T17:45:01+00:00 Astri Sapariah alifrasyashakina@gmail.com Frian Pratama Sutrisno frianp9@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Penggunaan gadget pada anak usia sekolah terus meningkat dan dapat memberikan manfaat dalam pembelajaran maupun menimbulkan masalah apabila digunakan secara berlebihan. Peran orang tua dalam memberikan pendampingan, pengawasan, dan pembatasan penggunaan gadget menjadi salah satu faktor yang penting dalam pengelolaan penggunaan gadget pada anak. Namun, hubungan antara peran orang tua dan tingkat ketergantungan gadget pada anak usia sekolah masih perlu dikaji pada konteks lingkungan sekolah dasar. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran orang tua dengan tingkat ketergantungan gadget pada anak usia sekolah di SDN Cikopo 3 Cisarua, Bogor. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian terdiri atas 32 siswa kelas V SDN Cikopo 3 Cisarua, Bogor, dan seluruh populasi dijadikan responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur peran orang tua dan tingkat ketergantungan gadget. Analisis hubungan antara kedua variabel dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan 5% (α=0,05). <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, yaitu 19 siswa (59,4%), sedangkan laki-laki sebanyak 13 siswa (40,6%). Berdasarkan peran orang tua, sebanyak 26 responden (81,3%) berada dalam kategori kurang baik dan 6 responden (18,8%) berada dalam kategori baik. Berdasarkan tingkat ketergantungan gadget, 14 responden (43,8%) tidak mengalami ketergantungan, 11 responden (34,4%) mengalami ketergantungan ringan, 4 responden (12,5%) mengalami ketergantungan sedang, dan 3 responden (9,4%) mengalami ketergantungan berat. Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara peran orang tua dan tingkat ketergantungan gadget pada anak usia sekolah (p&lt;0,001). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dan tingkat ketergantungan gadget pada anak usia sekolah di SDN Cikopo 3 Cisarua, Bogor. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya perhatian dan keterlibatan orang tua dalam mendampingi penggunaan gadget pada anak.</p> 2026-09-10T13:34:07+00:00 Copyright (c) 2026 Frian Pratama Sutrisno , Astri Sapariah https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/article/view/187 Peningkatan Pengetahuan Penderita Hipertensi melalui Edukasi Kesehatan Berbasis Video Animasi Audiovisual: Studi Pre-Eksperimental 2026-09-11T03:31:49+00:00 Friska friskaharianja20@gmail.com Niken Andalasari friskaharianja20@gmail.com Fitri Widiyanti friskaharianja20@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan melalui pengobatan dan modifikasi gaya hidup. Pengetahuan yang memadai mengenai penyakit, faktor risiko, pencegahan, dan pengendalian hipertensi diperlukan untuk mendukung pengelolaan penyakit. Edukasi kesehatan berbasis video animasi audiovisual merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan secara visual dan auditori. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan tingkat pengetahuan penderita hipertensi sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan berbasis video animasi audiovisual. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental <em>one-group pretest–posttest</em>. Populasi penelitian terdiri atas 57 penderita hipertensi berusia 25–60 tahun, dengan sampel sebanyak 45 responden yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em>. Pengetahuan hipertensi diukur menggunakan kuesioner yang diadopsi dari penelitian sebelumnya dan telah diuji validitas (0,646–0,912) serta reliabilitas (0,972). Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan video animasi audiovisual yang telah melalui validasi oleh ahli. Perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. <strong>Hasil:</strong> Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (41; 91,1%), sedangkan 4 responden (8,9%) berada dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi, seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik (45; 100%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (Z = −6,403; <em>p</em> &lt; 0,001). Sebanyak 41 responden mengalami peningkatan pengetahuan, 4 responden tidak mengalami perubahan, dan tidak terdapat responden yang mengalami penurunan pengetahuan. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi kesehatan berbasis video animasi audiovisual menunjukkan peningkatan pengetahuan penderita hipertensi pada penelitian ini. Media video animasi audiovisual berpotensi digunakan sebagai media edukasi dalam kegiatan promosi kesehatan untuk membantu meningkatkan pemahaman penderita hipertensi mengenai penyakit dan pengelolaannya.</p> 2026-09-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Friska, Niken Andalasari, Fitri Widiyanti https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/article/view/189 Pemanfaatan Nursery Monstera sebagai Media Terapi Berbasis Alam untuk Mendukung Manajemen Stres pada Pra-Lansia: Studi Pilot Deskriptif 2026-09-10T18:14:43+00:00 Rahmat Syahrin bayuazhar05@gmail.com Julianus bayuazhar05@gmail.com Zahratul Husna bayuazhar05@gmail.com Fatwa Sadewo Pagaralam bayuazhar05@gmail.com Muhammad Abdul Amin bayuazhar05@gmail.com Bayu Azhar bayuazhar05@gmail.com <p>Stres pada kelompok pra-lansia dapat dipengaruhi oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial selama transisi menuju usia lanjut serta berpotensi memengaruhi kesejahteraan dan kualitas hidup. Aktivitas berbasis alam melalui keterlibatan langsung dengan tanaman berpotensi menjadi pendekatan promotif yang sederhana untuk mendukung pengelolaan stres. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemanfaatan Nursery Monstera sebagai media terapi berbasis alam untuk mendukung manajemen stres pada pra-lansia. Penelitian menggunakan desain deskriptif&nbsp;<em>pilot study</em>&nbsp;dengan melibatkan 15 responden berusia 40–60 tahun yang dipilih secara&nbsp;<em>purposive sampling</em>&nbsp;di Kota Pekanbaru. Program dilaksanakan selama empat minggu dengan frekuensi satu hingga dua kali per minggu melalui kegiatan perbanyakan, penyiraman, pemeliharaan, dan pengelolaan tanaman Monstera. Data dikumpulkan menggunakan lembar karakteristik responden, observasi keterlibatan, dan Kuesioner Evaluasi Persepsi Nursery Monstera (KEP-NM), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia 40–49 tahun (73,3%) dan perempuan (66,7%). Sebanyak 93,3% peserta menilai kegiatan menyenangkan, 86,7% merasa lebih rileks setelah berinteraksi dengan tanaman, dan 80,0% berminat melanjutkan kegiatan secara mandiri. Evaluasi pengalaman psikologis dan sosial juga menunjukkan respons positif pada suasana hati, pengurangan kejenuhan, interaksi sosial, produktivitas, dan kebermaknaan aktivitas. Temuan tersebut menunjukkan penerimaan program yang baik dan mengindikasikan bahwa keterlibatan aktif, terstruktur, dan berulang dengan tanaman dapat memberikan pengalaman psikologis positif serta mendukung minat keberlanjutan aktivitas. Nursery Monstera berpotensi dikembangkan sebagai pendekatan promotif kesehatan berbasis alam yang sederhana, partisipatif, dan relevan untuk komunitas pra-lansia, meskipun efektivitasnya terhadap penurunan stres memerlukan pengujian lebih lanjut menggunakan desain eksperimental dan instrumen terstandar.</p> 2026-09-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Rahmat Syahrin, Julianus, Zahratul Husna, Fatwa Sadewo Pagaralam, Muhammad Abdul Amin, Bayu Azhar https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/article/view/190 Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar pada Remaja di SMAN 1 Cisarua: Studi Deskriptif Cross-Sectional 2026-09-11T03:46:49+00:00 Mei Vita Cahya Ningsih sitinurinayah229@gmail.com Anugrah Nurul Huda sitinurinayah229@gmail.com Siti Nur Inayah sitinurinayah229@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Henti jantung di luar rumah sakit (<em>Out-of-Hospital Cardiac Arrest</em>/OHCA) merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan pengenalan dan pertolongan awal secara cepat. Remaja usia sekolah berpotensi berperan sebagai penolong awam karena berada di lingkungan yang memungkinkan mereka menjadi saksi pertama kejadian. Namun, pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada kelompok remaja masih perlu diperkuat. Studi pendahuluan di SMAN 1 Cisarua menunjukkan bahwa sebagian siswa belum memahami konsep dan prosedur dasar BHD. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan remaja tentang BHD di SMAN 1 Cisarua. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2026 di SMAN 1 Cisarua dengan melibatkan 88 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik <em>stratified random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Guttman. Instrumen awal terdiri atas 25 butir pertanyaan, dengan 24 butir dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. <strong>Hasil:</strong> Dari 88 responden, sebanyak 48 siswa (54,5%) memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang, 26 siswa (29,5%) dalam kategori cukup, dan 14 siswa (15,9%) dalam kategori baik. Responden didominasi oleh perempuan sebanyak 54 siswa (61,4%), kelompok usia 15–16 tahun sebanyak 51 siswa (58,0%), dan siswa kelas X sebanyak 53 siswa (60,2%). Berdasarkan analisis per butir, pemahaman relatif lebih baik ditemukan pada aspek penilaian awal korban, sedangkan pemahaman terendah ditemukan pada aspek <em>chain of survival</em> dan teknik kompresi dada. <strong>Kesimpulan:</strong> Sebagian besar remaja di SMAN 1 Cisarua memiliki tingkat pengetahuan tentang BHD dalam kategori kurang. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi BHD yang terstruktur di lingkungan sekolah, terutama melalui pembelajaran dan pelatihan praktis mengenai <em>chain of survival</em> dan teknik kompresi dada.</p> 2026-09-11T03:46:49+00:00 Copyright (c) 2026 Mei Vita Cahya Ningsih, Anugrah Nurul Huda, Siti Nur Inayah https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/article/view/191 The Roles of Feeding Practices and Maternal Factors in Determining Nutritional Status among Children Under Five Years of Age: A Structured Narrative Review 2026-09-11T04:33:58+00:00 Suci Saftari Apriani sucishyddiq@gmail.com Winda Ratna Anisa sucishyddiq@gmail.com Tri Handayani sucishyddiq@gmail.com <p><strong>Background</strong>: The nutritional status of children under five years remains a major global public health concern due to its substantial impact on child growth, development, and survival. Although numerous studies have investigated factors associated with child malnutrition, evidence regarding the roles of feeding practices and maternal factors remains fragmented across different settings. This structured narrative review aimed to synthesize current evidence on the roles of feeding practices and maternal factors in determining the nutritional status of children under five years. <strong>Methods</strong>: A structured narrative review was conducted by synthesizing evidence from original studies investigating determinants of nutritional status among children under five years. Eligible studies were identified through a systematic literature search based on predefined inclusion and exclusion criteria. Data were extracted using a standardized form and synthesized narratively through thematic analysis, with findings summarized using an evidence synthesis matrix. <strong>Results</strong>: Ten original studies conducted in Indonesia, Ethiopia, Bangladesh, India, and Nigeria were included. Six major domains of determinants were identified: maternal factors, feeding practices, child factors, household socioeconomic factors, infectious diseases, and environmental and health service factors. Maternal education, maternal nutritional status, and maternal nutrition knowledge were the most consistently reported determinants of children's nutritional status. Appropriate feeding practices, including exclusive breastfeeding, complementary feeding, dietary diversity, and adequate feeding frequency, were generally associated with improved nutritional outcomes, although findings varied across studies. <strong>Conclusion</strong>: The nutritional status of children under five years is influenced by multiple interconnected determinants, with maternal characteristics and feeding practices emerging as the most consistent factors. Integrated and multisectoral interventions addressing maternal empowerment, optimal feeding practices, child health, and household environments are essential to improve child nutritional outcomes.</p> 2026-09-11T04:33:58+00:00 Copyright (c) 2026 Suci Saftari Apriani, Winda Ratna Anisa, Tri Handayani https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/article/view/193 Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Campak dengan Upaya Pencegahan pada Balita di RW 02 Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor 2026-09-12T10:55:21+00:00 Ujang Yusuf Fatah fanypdewi2@gmail.com Niken Andalasari fanypdewi2@gmail.com Fany Purnama Dewi fanypdewi2@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Campak merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan pada anak, terutama balita. Pencegahan campak tidak hanya bergantung pada imunisasi, tetapi juga pada perilaku keluarga dalam mengenali risiko penularan dan menerapkan tindakan pencegahan. Pengetahuan ibu mengenai campak dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan upaya pencegahan pada balita. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang campak dengan upaya pencegahan campak pada balita di RW 02 Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2026 di RW 02 Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Populasi penelitian terdiri atas 95 ibu yang memiliki balita dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang campak dan kuesioner upaya pencegahan campak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan <em>Fisher’s Exact Test</em> dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang campak dalam kategori baik (57; 60,0%), sedangkan upaya pencegahan campak sebagian besar berada dalam kategori baik (53; 55,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang campak dengan upaya pencegahan campak pada balita (<em>p</em> &lt; 0,001). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang campak dengan upaya pencegahan campak pada balita di RW 02 Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Peningkatan pengetahuan mengenai campak perlu menjadi salah satu bagian dalam upaya promosi kesehatan untuk mendukung praktik pencegahan campak pada balita.</p> 2026-09-12T10:55:20+00:00 Copyright (c) 2026 Ujang Yusuf Fatah, Niken Andalasari, Fany Purnama Dewi https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/article/view/195 Hubungan Pengetahuan tentang Metode Cooling dengan Tindakan Pertolongan Pertama Luka Bakar di Rumah Tangga: Studi Cross-Sectional pada Masyarakat Desa Sukaharja 2026-09-12T11:22:59+00:00 Masykur Khair ranisuci306@gmail.com Niken Andalasari ranisuci306@gmail.com Rani Suci Rahmadani ranisuci306@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Luka bakar merupakan cedera yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga dan memerlukan pertolongan pertama yang tepat untuk membatasi kerusakan jaringan. Metode <em>cooling</em> menggunakan air mengalir merupakan salah satu tindakan awal yang direkomendasikan, tetapi penerapannya di masyarakat masih dapat dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang metode <em>cooling</em> dengan tindakan pertolongan pertama luka bakar di rumah tangga pada masyarakat RT 04/RW 02 Desa Sukaharja. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sebanyak 93 responden berusia 18–55 tahun dipilih dari populasi 120 orang menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan metode <em>cooling</em> dan tindakan pertolongan pertama luka bakar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan tingkat kemaknaan p&lt;0,05. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (58,1%), berpendidikan SMA/SMK (31,2%), dan tidak memiliki riwayat luka bakar (72,0%). Pengetahuan tentang metode <em>cooling</em> sebagian besar berada pada kategori cukup (46,2%), sedangkan tindakan pertolongan pertama luka bakar juga didominasi kategori cukup (44,1%). Hasil uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang metode <em>cooling</em> dan tindakan pertolongan pertama luka bakar (p&lt;0,001). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang metode <em>cooling</em> dan tindakan pertolongan pertama luka bakar pada masyarakat RT 04/RW 02 Desa Sukaharja. Peningkatan edukasi mengenai pertolongan pertama luka bakar diperlukan untuk mendukung penerapan tindakan yang tepat di lingkungan rumah tangga.</p> 2026-09-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Masykur Khair, Niken Andalasari, Rani Suci Rahmadani https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/article/view/196 Hubungan Academic Burnout dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Keperawatan di Akademi Keperawatan Al-Ikhlas 2026-09-13T10:48:30+00:00 Rudi Kusnadi alyasalsabila877@gmail.com Masykur Khair alyasalsabila877@gmail.com Alya Salsabila alyasalsabila877@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Mahasiswa keperawatan menghadapi berbagai tuntutan akademik dan praktik yang dapat meningkatkan risiko <em>academic burnout</em>. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kecenderungan mahasiswa menunda penyelesaian tugas akademik atau prokrastinasi akademik. Namun, bukti mengenai hubungan kedua kondisi tersebut pada mahasiswa di institusi pendidikan keperawatan masih terbatas. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan <em>academic burnout</em> dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Akademi Keperawatan Al-Ikhlas. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan <em>cross-sectional</em> dilakukan pada 125 mahasiswa tingkat I–III Akademi Keperawatan Al-Ikhlas yang dipilih menggunakan <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan pada 11–16 Mei 2026 menggunakan <em>School Burnout Inventory</em> (SBI) untuk mengukur <em>academic burnout</em> dan <em>Academic Procrastination Scale-Short Form</em> (APS-S) untuk mengukur prokrastinasi akademik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi <em>Spearman Rank</em> dengan tingkat kemaknaan 0,05. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden mengalami <em>academic burnout</em> kategori sedang sebanyak 94 mahasiswa (75,2%). Prokrastinasi akademik paling banyak berada pada kategori tinggi, yaitu 59 mahasiswa (47,2%), diikuti kategori sedang sebanyak 58 mahasiswa (46,4%). Hasil uji <em>Spearman Rank</em> menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara <em>academic burnout</em> dengan prokrastinasi akademik (<em>p</em> &lt; 0,001; <em>r</em> = 0,325). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan positif dan signifikan antara <em>academic burnout</em> dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Akademi Keperawatan Al-Ikhlas. Mahasiswa dengan tingkat <em>academic burnout</em> yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat prokrastinasi akademik yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan pentingnya upaya preventif melalui pengelolaan tuntutan akademik dan penguatan strategi pengelolaan diri mahasiswa.</p> 2026-09-13T10:48:30+00:00 Copyright (c) 2026 Rudi Kusnadi, Masykur Khair, Alya Salsabila https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/article/view/197 Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Remaja dalam Persiapan Melanjutkan Pendidikan Tinggi: Studi Cross-Sectional di MAN 1 Kota Bogor 2026-09-13T11:03:54+00:00 NIken Andalasari fia.ulfiah73@gmail.com friska fia.ulfiah73@gmail.com ulfiah fia.ulfiah73@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Masa persiapan melanjutkan pendidikan tinggi dapat menjadi periode yang penuh tuntutan bagi remaja, terutama berkaitan dengan pencapaian akademik, persaingan seleksi, dan pemilihan perguruan tinggi. Kondisi tersebut dapat meningkatkan stres dan berpotensi berkaitan dengan kualitas tidur. Namun, hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada siswa sekolah menengah yang sedang mempersiapkan pendidikan tinggi perlu dikaji lebih lanjut. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada remaja kelas XI dalam persiapan melanjutkan pendidikan tinggi di MAN 1 Kota Bogor. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian terdiri atas 359 siswa kelas XI MAN 1 Kota Bogor. Sebanyak 189 responden dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen, yaitu kuesioner tingkat stres yang dikembangkan oleh peneliti dan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat stres, dan kualitas tidur, serta secara bivariat menggunakan uji <em>Likelihood Ratio</em> untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden berusia 17 tahun (73,0%) dan berjenis kelamin perempuan (54,0%). Sebanyak 111 responden (58,7%) tidak mengikuti bimbingan belajar. Tingkat stres responden didominasi kategori sedang, yaitu 129 siswa (68,3%), sedangkan kualitas tidur sebagian besar berada dalam kategori buruk, yaitu 161 siswa (85,2%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur (<em>p</em> &lt; 0,001). <strong>Kesimpulan:</strong> Tingkat stres berhubungan secara signifikan dengan kualitas tidur pada remaja kelas XI MAN 1 Kota Bogor dalam persiapan melanjutkan pendidikan tinggi. Temuan ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap pengelolaan stres dan kualitas tidur pada siswa selama periode persiapan pendidikan lanjutan.</p> 2026-09-13T11:03:54+00:00 Copyright (c) 2026 NIken Andalasari, friska, ulfiah https://journal.akper-alikhlas.or.id/index.php/caring/article/view/198 PENGARUH PENGGUNAAN SISTEM PERINGATAN DINI BERBASIS SIRINE TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA MASYARAKAT DESA SUKAJAYA 2026-09-21T00:53:10+00:00 Abdul Rohman achmarifan@gmail.com <p><strong>Latar belakang:</strong> Bencana dapat menimbulkan dampak terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat sehingga diperlukan kesiapsiagaan yang memadai pada tingkat individu maupun komunitas. Sistem peringatan dini berperan dalam menyampaikan informasi mengenai potensi bencana secara tepat waktu sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri dan melakukan tindakan yang sesuai. Penguatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat desa.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tingkat kesiapsiagaan warga setelah penggunaan sistem peringatan dini dalam menghadapi bencana di Desa Sukajaya Tahun 2026.</p> <p><strong>Metode Pelaksanaan :</strong> Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi-experimental</em> dengan pendekatan <em>one-group pretest-posttest design</em>. Penelitian melibatkan 77 warga Desa Sukajaya sebagai responden. Pengukuran tingkat kesiapsiagaan dilakukan sebelum dan setelah penggunaan sistem peringatan dini. Intervensi berupa penggunaan sistem peringatan dini yang disertai penyampaian informasi mengenai peringatan bencana dan tindakan kesiapsiagaan yang perlu dilakukan masyarakat. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji <em>paired t-test</em> digunakan untuk menganalisis perbedaan rerata skor kesiapsiagaan sebelum dan setelah intervensi.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Rerata skor kesiapsiagaan meningkat dari 1,546 ± 0,290 sebelum intervensi menjadi 3,556 ± 0,287 setelah penggunaan sistem peringatan dini, dengan peningkatan rerata sebesar 2,010 poin (95% CI: 1,918–2,102). Hasil paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara skor kesiapsiagaan sebelum dan setelah penggunaan sistem peringatan dini, t(76) = 43,613, p &lt; 0,001. Besaran efek berdasarkan Cohen's dz adalah 4,970.</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Penggunaan sistem peringatan dini disertai penyampaian informasi kesiapsiagaan menunjukkan peningkatan yang bermakna pada skor kesiapsiagaan warga dalam menghadapi bencana di Desa Sukajaya. Sistem peringatan dini berbasis masyarakat dapat menjadi salah satu pendekatan dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pada tingkat komunitas.</p> 2026-09-21T00:53:10+00:00 Copyright (c) 2026 Abdul Rohman