PENGETAHUAN MASYARAKAT DAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA PENDERITA STROKE DI DESA CIBENDA
Abstract
Latar Belakang Stroke merupakan penyakit cerebrovaskular utama yang menyebabkan kematian dan kecacatan. Pentingnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan dan pengelolaan, dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan dapat mengurangi kejadian stroke secara global. Tujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pertolongan Pertama Pada Penderita Stroke di Desa Cibenda Metode Penelitian ini yaitu kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu masyarakat Kampung Pasir Ceuri RT 01 yang berjumlah 114 sampel dan instrumen menggunakan alat google form. Analisa data pada penelitian ini menggunakan chi-square. Hasil Dan Pembahasan penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia paling banyak responden berusia 25-45 tahun sebesar 56,2%, berdasarkan jenis kelamin paling banyak laki-laki 50,6%, pendidikan paling banyak SD dan SMA 36,0%, dan berdasarkan pekerjaan paling banyak responden bekerja sebagai ibu rumah tangga 33,7%. Penelitian ini menunjukan bahwa tindakan pertolongan pertama pada stroke memiliki kategori baik (89,1%), dan pengetahuan masyarakat pada stroke ada pada kategori cukup (40,4%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap pertolongan pertama pada penderita stroke (p-value 0,956). Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak adanya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap pertolongan pertama pada penderita stroke. Hal ini disebabkan karena ada faktor lain yang juga mempengaruhi pertolongan pertama pada pasien stroke, selain pengetahuan diantaranya faktor pengalaman karena responden yang pernah melakukan pertolongan pertama pada keluarganya yang menderita stroke.
.jpg)
