PENERAPAN 3M PLUS DAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA PARAKAN JAYA, KABUPATEN BOGOR
Abstract
Latar Belakang Masalah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan yang cenderung meningkat jumlah penderita serta semakin luas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Upaya utama dalam pemberantasan penyakit ini adalah dengan memutus rantai penularan virus dengue, meskipun vaksin telah tersedia sejak awal tahun 2016. Perilaku yang diharapkan dalam pencegahan penyakit DBD adalah menurunkan angka kejadian DBD dan penyebabnya. perilaku kebiasaan atau pemahaman masyarakat yang kurang tentang demam berdarah dan partisipasi masyarakat yang masih rendah terhadap penanganan demam berdarah. Tujuan Untuk mengetahui hubungan perilaku masyarakat dalam menerapkan 3M plus terhadap angka kejadian demam berdarah. Metode Penelitian kuantitatif menggunakan desain kolerasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan porpusive sempling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 78 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perilaku pencegahan demam berdarah dengue dengan 3M plus. Analisa data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil Dan Pembahasan di dapatkan hasil mayoritas responden berjenis kelamin laki- laki dengan rentang usia terbanyak 29 tahun. Hasil penelitian ini terdapat hubungan perilaku masyarakat dalam menerapkan 3m plus terhadap angka kejadian demam berdarah dengan nilai p value 0,013(<0,05). Kesimpulan Perilaku masyarakat yang kurang akan berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian demam berdarah, di karenakan kurang dalam menerapkan 3M PLUS, begitu juga sebaliknya perilaku masyarakat yang baik akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya angka kejadian demam berdarah di karenakan baik dalam menerapkan 3M plus.
.jpg)
