Gambaran Tingkat Pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar pada Remaja di SMAN 1 Cisarua: Studi Deskriptif Cross-Sectional
Abstract
Latar Belakang: Henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-Hospital Cardiac Arrest/OHCA) merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan pengenalan dan pertolongan awal secara cepat. Remaja usia sekolah berpotensi berperan sebagai penolong awam karena berada di lingkungan yang memungkinkan mereka menjadi saksi pertama kejadian. Namun, pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada kelompok remaja masih perlu diperkuat. Studi pendahuluan di SMAN 1 Cisarua menunjukkan bahwa sebagian siswa belum memahami konsep dan prosedur dasar BHD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan remaja tentang BHD di SMAN 1 Cisarua. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2026 di SMAN 1 Cisarua dengan melibatkan 88 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berskala Guttman. Instrumen awal terdiri atas 25 butir pertanyaan, dengan 24 butir dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 88 responden, sebanyak 48 siswa (54,5%) memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang, 26 siswa (29,5%) dalam kategori cukup, dan 14 siswa (15,9%) dalam kategori baik. Responden didominasi oleh perempuan sebanyak 54 siswa (61,4%), kelompok usia 15–16 tahun sebanyak 51 siswa (58,0%), dan siswa kelas X sebanyak 53 siswa (60,2%). Berdasarkan analisis per butir, pemahaman relatif lebih baik ditemukan pada aspek penilaian awal korban, sedangkan pemahaman terendah ditemukan pada aspek chain of survival dan teknik kompresi dada. Kesimpulan: Sebagian besar remaja di SMAN 1 Cisarua memiliki tingkat pengetahuan tentang BHD dalam kategori kurang. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi BHD yang terstruktur di lingkungan sekolah, terutama melalui pembelajaran dan pelatihan praktis mengenai chain of survival dan teknik kompresi dada.
References
Aisyah, A., Khair, M., & Puspitasari, P. D. (2024). Keperawatan kegawatdaruratan. CV Tahta Media Group.
Astawa, P. A. (2022). Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap siswa tentang Bantuan Hidup Dasar di SMA Negeri 5 Denpasar.
Dafris, S. (2025). Analisis tingkat pengetahuan warga tentang BHD. Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2).
Dewi, W., & Wawan, A. (2010). Teori dan pengukuran pengetahuan, sikap dan perilaku manusia: Dilengkapi contoh kuesioner. Nuha Medika.
Dwisari, H., Ramlis, R., & Susanti, M. (2026). Pengaruh edukasi tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap pengetahuan anggota PMR SMAN 2 Kota Bengkulu. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 5(1), 365–372. https://doi.org/10.37676/mude.v5i1.9577
Erawati, S. (2015). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Kota Administrasi Jakarta Selatan. E-Jurnal Keperawatan. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/ bitstream/123456789/29008/1/SUSI%20ERAWATI-FKIK.pdf
Kartika, S. N., & Kambu, Y. (2024). Pemberdayaan kader kesehatan melalui edukasi dan pelatihan penanganan kondisi gawat darurat (cardiac arrest, respiratory arrest, dan hemorrhage). Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 7, 3683–3699.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peringatan Hari Jantung Sedunia: Jaga jantungmu untuk hidup lebih sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/peringatan-hari-jantung-sedunia-2021-jaga-jantungmu-untuk-hidup-lebih-sehat
Kurniawan, M. A. R., Susilo, C., & Hamid, M. A. (2024). Hubungan response time perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien kategori triage kuning di IGD Rumah Sakit Daerah Balung: Relationship between nurse response time and family anxiety level of yellow triage category patients in the emergency room of Balung Regional Hospital. ASSYIFA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 352–359. https://doi.org/10.62085/ajk.v2i2.88
Kusumawati, I., Enggarwati, P., & Yusuf, B. (2025). Perspektif tingkat pengetahuan siswa PSKD 3 Jakarta Pusat tentang Bantuan Hidup Dasar. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(6), 2295–2304. https://doi.org/10.33024/mahesa.v5i6.20116
Lumbantoruan, S. M., Sidabutar, L. M., & Uligraff, D. K. (2022). Program pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk remaja siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 34 Jakarta. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(11), 4076–4086. https://doi.org/10.33024/ jkpm.v5i11.7488
Oktarina, Y., & Nurhusna, N. (2018). Pelatihan penanganan kegawatdaruratan henti jantung bagi kader dan masyarakat. Jurnal Medic, 2(1), 33–39. https://doi.org/10.22437/medicaldedication. v2i1.5899
Purnomowati, H. (2018). Pengaruh pendidikan kesehatan Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap tingkat pengetahuan siswa SMAN 1 Wonoayu Sidoarjo [Tugas akhir, Universitas Brawijaya]. Repository Universitas Brawijaya. https://repository.ub.ac.id/id/eprint/167434/
Rahma, H. (2020). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang penanganan henti jantung di wilayah Jakarta Utara. Jurnal Keperawatan, 16(1).
Shinta Arini Ayu, S. A., Balqis, U. M., & Hartati, S. (2022). Edukasi pengetahuan dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada siswa jurusan ASPER SMKS Bunga Persada Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(9), 2873–2882. https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i9.6901
Suleman, I. (2023). Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) awam untuk meningkatkan pengetahuan siswa menolong korban henti jantung. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, 2, 2–7.
Wardhani, A. (2022). Optimalisasi strategi pertolongan pertama pada gawat darurat pada masyarakat di Desa Sungai Alat Kecamatan Astambul. Jurnal Pengabdian Masyarakat Eka Prasetya, 1(2), 40–47. https://doi.org/10.47663/jpmep.v1i2.271
.jpg)
